Websitenya Ghaya...

capter Guilin-Guangzhou part 1


Sejujurnya untuk membuat itenary jika ingin ke 2 tempat ini sebaiknya memilih tujuan ke Guangzhou terlebih dahulu baru ke Guilin, karena menurut saya

 1. Tidak begitu menarik kota Guangzhou ini, kecuali hanya untuk shoping, maka jika tujuan pertama anda Guangzhou sebaiknya tidak usah bawa baju banyak tapi beli baju disini saja, murceeehhh! Dan style fashionnya juga keren2, next destination buat narsis aja hehehe

2. Tax masuk Guangzhou lebih murah ketimbang masuk dari Guilin, tertera di harga tiket  (ada perician jika pakai AirAsia)    

 



Karena perjalanan saya di mulai dari Guilin, jadi saya cerita mulai dari Guilin.Saya memilih AirAsia dengan semua rute perjalanan saya, kali ini untuk pergi ke Guilin saya tidak memesan bagasi , saat itu saya hanya membawa koper ukuran 16inc dan 1 tas ransel kamera lowepro A200, FYI berat koper saya 10 kg, awalnya sih untuk tujuan CKG-KL tidak masalah membawa koper dan tas ransel, tapi karena transit di KL (bukan dari maskapai) jadi saya keluar untuk ambil koper dan melakukan chekin sendiri di mesin. 

 Setelah chekin di mesin kami pun otomatis masuk ke dalam untuk chek imigrasi, tapi ternyata sebelum masuk pun sudah di chek berat koper saya, otomatis tidak masuk, dan ternyata hanya di perbolehkan 1 tas ransel (mungkin karena ransel saya besar jadi bermasalah) jadi harus memilih antara ransel atau tas koper untuk masuk ke kabin. Karena beratnya lebih otomatis saya ga bisa masuk, terpaksa bongkar tas koper rasanya pengen dibuang aja tuh semua yang ada didalem koper, beberapa yang berat seperti tripod saya keluarkan dari dalam koper (biasa tripod sering sekali bermasalah kl masuk ke kabin).  Disini banyak dramanya deh, sampe ribet sendiri.. ihiks..walau akhirnya berhasil lolos

 TIPS: jika barang kelebihan sebaiknya baju di koper di keluarkan saja, dipakai berlapis2 gpp, yang penting koper lebih enteng, lumayan irit 1 kg hahaha

Note : chekin KL ternyata harus pakai mesin, counter hanya untuk menaruh bagasi saja, jangan lupa tas yang ingin masuk ke bagasi harus lewat scan dan di temple stiker

Untuk chekin di mesin tanpa masukin bagasi, kita harus tetap minta cap dokumen lengkap ketika diruang tunggu, karena ngga bisa masuk ke pesawat tanpa cap tersebut

Guilin

Kami tiba di Guilin tepat waktu kira2 jam 10 pagi, sebelumnya karena takut susah mencari tempat penginapan last minuet (jam 2 pagi ) kita baru minta di jemput hostel. Awalnya harap2 cemas kerena otomatis HP kami tidak akan ada yang menyala, dan belum tentu bisa langsung digunakan (XL dan Indosat ternyata harus register dulu kl di bawa ke china, tp untuk nomer 3 bisa langsung dipakai ) 

 Ternyata kami di jemput! Tertera nama aku di pegang seseorang. Karena salah satu teman saya harus selalu always-on internet, jadi  kami menanyakan dimana bisa membeli SIM card 3G. Tapi ternyata tidak tersedia dibandara. Bandara Guilin tidak terlalu besar

Lama perjalanan kira-kira 1 jam dari airport ke hostel, dengan fee 90cny (Rp, 144000)  menggunakan taxi #agak butut sih taxinya tapi sofar okeh lah, yang penting sampe. Saya sempat di tawari di jeput oleh jasa travel mereka nawarin 100cny untuk ke hostel  tersebut, lebih murah minta di jemput dari hostelnya hehehe

 

guilin riverside hostel

Kami menginap di Riverside Hostel ,  dengan ruangan untuk 3 tempat tidur, harga perperson disini 60cny (Rp. 96000). Ternyata kamarnya terbagi 2 ruangan, 1 ruangan agak besar dengan  1 tempat tidur , 2 kursi kecil dan meja kecil beserta TV, sedangkan ruang lainnya hanya ada 2 tempat tidur dengan ruangan yang sempit, kamar mandi cukup luas. Semua ruangan cukup bersih , di sediakan handuk untuk masing2 orang. Disini ada dapur, tapi hanya untuk menghangatkan makanan bukan untuk masak. Hostel  ini juga menyediakan minuman (air putih sekitar 3cny). Wifi di sediakan gratis, ada 1 komputer besar di lobby. Kami di berikan peta untuk explore Guilin, tapi karena sudah punya google map, ternyata lebih menolong google map

Note : jangan lupa aktifkan google map peta offline, untuk tarik data sebelum anda pergi, walaupun tanpa wifi, peta google map setidaknya tetap bisa digunakan (tidak bisa chek posisi) tapi peta google map lebih detail 

simcardSetelah istrahat sejenak jam 2 siang, kami meneruskan itenary kami untuk pergi ke Red Flute Cave menggunakan taxi memesan dari hostel , sebelum itu mampir dulu ke tempat penjuwalan sim card, ternyata tak sesimpel yang kami kira. Susah sekali terjemahin pakai bahasa tarzan kalau kita mau beli simcard untuk internet.  Dan kami pun ngga mengerti bahasa mereka, akhirnya kami pergi dari toko tersebut.

Dalam perjalanan menuju Red Flute Cave, kami melihat kubah masjid, dan ternyata jauh dari hostel , tidak seperti bayanganku ketika melihat google map, sayang kali ini kami tidak mampir ke masjid